Mengenal Ade Parlaungan Nasution, Sosok Yang Mempunyai Segudang Pengalaman

BERITAHMI.COM LABUHANBATU – ADE PARLAUNGAN NASUTION Lahir di Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara pada 6 Agustus 1968. Masa pendidikan dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas di selesaikan Ade di kampung Kelahirannya, Kota Pinang.

Ade Kini menjabat sebagai Rektor di sebuah Universitas yaitu Universitas Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Ade memulai kuliah S-1 nya di Fakultas Ekonomi Universitas Ibn Khaldun Bogor dan melanjutkan studi S-2 pada Program Pasca Sarjana Universitas Airlangga, Surabaya dan saat ini sedang menempuh Program Doktor Management di University Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Johor, Malaysia yang Insya Allah akan di wisuda Pada Oktober 2020.

Semasa menjadi mahasiswa, tercatat Ade pernah Menjabat Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor, Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Ibn Khaldun Bogor, Pimpinan Redaksi Majalah Mahasiswa “Suara Mahasiswa” Bogor serta menjadi pengurus di berbagai Aliansi Mahasiswa Bogor dan Jawa Barat.

Disamping kegiatan akademik rutin di kampus, Ade juga terlibat dalam aktivitas kemasyarakatan baik di pemerintahan maupun di Lembaga Swadaya Masyarakat dan terlibat aktif sebagai pembicara dalam berbagai diskusi-diskusi ilmiah dan berbagai penelitian Terlibat aktif dalam pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam pada tahun 2001 dan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2006.

Ade pernah menjabat sebagai Staff Ahli Ekonomi dan Koperasi Ketua DPRD Kota Batam tahun 2001-2003, Staff Ahli Ekonomi Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Staff Khusus Ketenagakerjaan Gubernur Kepulauan Riau, Ketika itu Gubernur di jabat oleh Drs. Ismeth Abdullah serta pernah menjadi Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam pada tahun 2004. Sementara pada 2005 sampai dengan 2018, ia berkiprah sebagai Wakil Ketua Dewan Pengupahan Provinsi Kepulauan Riau yang posisi ini yang menjadi penyebab sehingga Ade banyak bersentuhan dengan permasalahan buruh dan mempunyai jaringan dengan tokoh-tokoh buruh baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dibidang Pengabdian Masyarakat, Ade kerap di minta mewakili Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk melakukan studi banding tentang berbagai persoalan ke luar negeri antara lain masalah keberadaan investasi asing ke Subic Bay dan Olongapo di Philipina, Upah dan Kesejahteraan Pekerja studi banding ke Shanghai dan Shu Zou (China) dan Hanoi (Vietnam), masalah pariwisata ke Bangkok dan Pattaya (Thailand) serta masalah pangan dan distribusinya ke Malaysia dan Singapura.

Dibidang Akademik, Ade Memulai karirnya sebagai Pembantu Ketua I (PUKET) I di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Batam tahun 1996, Ketua STIE Batam 2000-2005, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Riau kepulauan Batam 2006-2009, Wakil Rektor I Universitas Riau Kepulauan (2009-2017), Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Labuhan Batu 2017-2019 dan Menjadi Rektor Universitas Labuhanbatu tahun 2019-sekarang.

Selama berada di di Labuhanbatu, ade melihat bahwa masih banyak yang perlu dilakukan untuk merubah pola pikir dan peradaban intelektual, untuk itu tercatat Ade termasuk salah satu penggagas kesadaran literasi di Labuhanbatu dengan berbagai kegiatan pembukaan perpustakaan desa di sejumlah desa di Kabupaten Labuhanbatu raya dan sekaligus mengadakan diskusi dan debat mengenai topik topik peradaban dan intelektual khususnya dikalangan mahasiswa dan generasi muda, tak penting tempatnya dimana bisa di cafe, di aula kampus bahkan dibawah pohon.

Selama di Labuhanbatu, Rektor Universitas Labuhanbatu yang hobby bersepeda dan berenang ini, punya agenda khusus untuk Kabupaten Labuhanbatu Raya, yaitu Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan yaitu memberi penyadaran sekaligus advokasi dan penyelesaian terhadap masalah-masalah klasik namun selama ini tidak pernah ditangani secara baik dan tuntas yaitu persoalan Buruh/Ketenagakerjaan, Persoalan Agraria dan Persoalan Lingkungan Hidup dan kerap mengundang tokoh -tokoh nasional dan Sumatera Utara ke Labuhanbatu seperti Abdon Nababan (AMAN), Taufan Damanik (Komnas HAM), Syamsudin Wahifd (KPA) dan tokoh tokoh Nasional lainnya yang dimaksud kan untuk penyadaran kepada Kelompok Tani, Aktivsi Buruh dan Aktivis HAM.

Untuk mewujudkannya, Ade bersama kawan kawan telah mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Agraria Labuhanbatu yang saat ini telah memenangkan masalah ketenaga kerjaan sebanyak 3 Kasus dan saat ini tengah menyelesaikan persoalan Agraria bersama kelompok Tani Marbau Selatan di Labuhanbatu Utara.

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.